Andai Dia bersumpah Dengan nama Allah yang maha pengasih pastilah akan dikabulkan. ketika para ahli ibadah diperintahkan menuju surga berbondong-bondong Uwais al Qarni Allah perintahkan memberikan syafaat bersama Rasulullah. Mengapa hal ini bisa terjadi padahal Uwais al Qarni adalah seorang miskin yang tidak memiliki apapun dan hanya memiliki dua pasang baju untuk dipakai sehari-hari kehidupan kesehariannya pun, sering diolok olok dihina dianggap sebagai pencuri dan Dianggap sebagai pembujuk.
Suatu ketika was al Qarni bersamaan dengan seorang yang berasal dari Negeri kuffa mereka duduk bersama aneka berbincang-bincang dan seseorang dari negeri kuffa itupun memberikannya dua helai pakaian Uwais al Qarni pun menerimanya tidak lama kemudian yang mengembalikannya lagi karena takut akan tuduhan membujuk dan mencuri enakan diterimanya setelah mengambil pakaian itu daripada warga Yaman.
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam pun memberikan ciri-ciri Uwais al Qarni ya seorang yang bermata biru rambut kemerah-merahan lagunya menyentuh dada berparas tampan dan yang suka membaca Al Quran.
Dia tidak memiliki harta benda apapun selain dua helai baju yang sering digunakan Uwais al Qarni adalah seorang yatim dia hanya memiliki seorang ibu yang lumpuh dan telah lanjut usia Dia tidak memiliki saudara dan sanak famili pekerjaannya sehari-hari ialah sebagai pengembala kambing atau domba dia hanya menerima gaji yang hanya cukup untuk makan sehari-hari.
Kecintaan kepada Islam sangatlah mendalam di pagi hari dia berpuasa di malam harinya Iya berdzikir mensucikan Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan kecintaannya dengan Baginda Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam dia buktikan ketika bahasa Arabnya Shallallahu Alaihi Salam dilempar batu dan Gigi Rasulullah terlepas Uwais al-qarni pun memukul kakinya hingga terlepas sebagai bukti bahwa ia sangat mencintai kekasih Allah itu.
Alangkah sedihnya hati Uwais al-qarni ketika melihat tetangganya yang telah melihat dan mendengar kan ceramah yang dibawakan oleh Rasulullah dan bertemu langsung dengan kekasih Allah, semakin hari semakin timbul rasa cinta dan rasa ingin untuk bertemu dengan kekasih Allah itu namun hatinya bimbang dan artinya tidak bisa meninggalkan orang tuanya yang sedang sakit di sisi lain ini sangat ingin bertemu dengan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam disisi lain juga dia ingin merawat ibunya dia memberanikan diri untuk meminta izin kepada ibunya untuk menemui dan berjumpa dengan Rasulullah di Madinah
Dan ibunya pun berkata Pergilah anakku temuilah Rasulullah dan Pergilah ke Madinah tapi setelah bertemu segeralah pulang, Uwais al Qarni pun sangat senang dan mempersiapkan bekal nya untuk pergi ke Madinah selalu terbayang dalam benak bahwa ia akan selalu memandang wajah kekasih Allah itu ia menempuh jarak yang sangat jauh dari Yaman ke Madinah.
Setelah sampai di rumah Rasulullah ia bertemu dengan Aisyah istri Rasulullah dia bertanya dari manakah Rasulullah Aisyah menjawab Dia sedang pergi berperang dan entah kapan akan kembali Uwais al-qarni pun mohon pamit karna kebaktiannya kepada ibunya ya teringat-ingat akan pesan ibunya, karena sang ibu sedang sakit sakitan, sebelum ia pulang ia mengira-ngira Dimanakah tempat Rasulullah dan para sahabatnya bercanda gurau berkumpul bersama sahabat dan berdakwah setelah memperhatikan setiap inci dari kota Madinah Uwais al-qarni pun pulang menuju Yaman kecintaannya kepada ibunya mengalahkan rasa ingin berjumpa nya Iya Dengan kekasih Allah.
Rasulullah bersabda telah ada seorang lelaki dari Yaman dan di telapak tangannya ada tanda berwarna putih dia tidak dikenal di bumi namun dia dikenal di langit Negeri Yaman pun diberkahi dengan perkataan Rasulullah dan Rasulullah pun menghadapkan wajahnya ke negeri Yaman setelah dia pulang dari medan perango
Setelah wafatnya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam digantikan dengan kekalifahan Abu Bakar As Siddiq dan dilanjutkan dengan kekalifahan Umar Bin Khattab. Umar Bin Khattab pun teringat akan pesan Rasulullah ia mengajak Imam Ali untuk pergi ke Mesir dan menemui laki-laki yang di telapak tangannya ada tanda berwarna putih untuk mendoakan Mereka istighfar dan ampunan dari Allah subhanahu wa ta'ala mereka mencarinya tanpa henti dan terus bertanya kepada setiap penduduk Yaman Dimanakah orang yang disebut Rasulullah itu khalifahpun menyebutkan ciri-cirinya kepada seseorang itu lalu yang menunjukkan ciri-cirinya seperti Uwais al Qarni ia berkata ya disana Dia sedang memelihara unta seseorang dan menernakkannya dan dibayar untuk it.
Saat kalifah bertemu ya ternyata sedang sholat khalifah pun menunggunya selesai sholat, dan setelah itu dia mengucapkan salam lalu ia membalas salam ya Siapakah kau wahai Abdullah dia bertanya aku Aku adalah Abdullah kali Khalifa pun tertawa, setelah itu Khalifah Umar Bin Khattab pun bersalaman dengannya dan langsung membalikkan telapak tangannya untuk melihat tanda berwarna putih yang disebutkan oleh Rasulullah sebagai ciri-ciri orang yang digambarkan itu dan ternyata benar Tanda itu ada di tangan Uwais al Qarni merekapun berbincang bincang dan mereka baru tahu bahwa ibu uwais telah wafat,
khalifah pun berkata, panjatkanlah istighfar dan memohonkan ampunan kepada Allah untuk kami Uwais al qarnipun berka akulah seharusnya yang meminta doa dari kalian sahabat rasulullah, karna dibujuk khaliffah umar bin khatabpun akhirnya akhirnya uwais al qarni pun berdoa kepada Allah dan dikabulkan.
lalu mereka pulang dan uwais al-qarni pun td lagi di ingat siapapun seperti semula, tidak lama setelah itu kota yaman dihebohkan dengan waffatnya uwais Al qorni, penduduk yaman dengan heran mereka tau betul bahwa Uwais al Qarni tidak memiliki saudara kerabat apapun namun saat wafatnya Iya banyak yang memperebutkannya ada yang berebut untuk memandikan mayat nya ada yang berebut untuk memakaikan kain kafannya dan ada yang berebut menggotong dan menguburkan mayat nya mereka salon dari manakah orang-orang ini berasal mereka berlomba-lomba untuk merebutkan Uwais al Qarni dan setelah alasan Karni dimakamkan tidak ada seorangpun lagi yang tahu dimana makam Uwais Al qorni it. Mereka menduga bahwa yang memperebutkan jasad Awas al Qarni memandikannya mengafaninya dan menguburkannya adalah para malaikat.

Comments
Post a Comment